Tag

, ,

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan dengan cara melakukan massage manual dengan mendorong inavaginatum secara perlahan dan terus menerus tanpa tarikan dari distal usus yang mengalami invaginasi ke arah proksimal sampai terjadinya reduksi ke posisi normalnya.

b. Ruang lingkup

Invaginasi adalah masuknya usus bagian proksimal (intussuseptum) ke usus bagian distal (intussupien). > 80% kasus invaginasi adalah ileocolica. Selebihnya adalah ileoileal, cecocolic, colocolic, dan jejunojejunal.  Identifikasi lesi dapat ditentukan dengan adanya suatu lead point, gambaran peristaltik usus proksimal ke dalam usus distal.  Pada hampir setiap pasien yang diperiksa saat operasi, dijumpai hipertrofi jaringan limfoid dari dinding ileum yang masuk sebagai intussuseptum.  Penderita datang dengan keluhan nyeri perut yang mulanya akut dengan tanda-tanda sangat tidak nyaman pada perut bayi yang pada mulanya tidak ada kelainan.  Saat serangan anak mengangkat kedua tungkainya sampai ke abdomen, disertai hiperextensi dan penderita menahan nafasnya yang dapat disertai dengan muntah. Pada mulanya muntah yang keluar adalah makanan yang belum di absorbsi dan akhirnya muntah bilious.

c. Indikasi Operasi

–      Perdarahan.

–      Nyeri

–      Obstruksi

–      Strangulasi

–      Kegagalan reduksi secara hidrostatik

d. Kontra indikasi operasi

–      Umum

–      Khusus

e. Diagnosis Banding

–      Prolaps rektum

–      Meckel’s diverticulum

–      Polip pada ileum dan colon

–      Benign hamartoma

–      Submucosal hematoma

–      Inverted appendiceal stump

f. Pemeriksaan Penunjang

–      Radiographic diagnostic : Supine and upright abdominal film

Barium contrast enema

–      USG

–      CT scan

Tehnik Operasi

Invaginasi bila mungkin di reduksi intraabdominal dengan melakukan milking mulai dari usus distal sampai ke usus bagian proksimal.  Milking dilakukan secara perlahan terutama pada bagian proksimal usus yang invaginasi.

Bila reposisi berhasil, lakukan pemeriksaan viabilitas usus yang mengalami invaginasi, perubahan warna dan edema usus yang mengalami invaginasi pada mulanya dapat tidak tampak, basahi usus tersebut dengan   NaCl 0,9 % hangat sehingga gambaran usus lebih jelas.

Bila usus tampak nekrotik, biarkan sejenak dan lakukan penilaian ulang untuk menghindari dilakukannya reseksi usus yang mungkin tidak perlu dilakukan.  Hal ini dapat terjadi pada < 5% kasus. Faktor etiologi seperti divertikel Meckel atau polip intestinal dapat terjadi pada 3-4% kasus invaginasi pada anak.

Bila invaginasi tidak dapat di reduksi secara sempurna, segmen yang tidak dapat di reduksi dapat di reseksi dan dilakukan end-to-end anastomosis.  Reseksi juga dilakukan pada usus yang nekrosis.

Komplikasi Operasi

Invaginasi berulang

Ileus berkepanjangan

Mortalitas

Angka kematian pada invaginasi adalah sekitar 1% walaupun dengan kemajuan pengobatan dan meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit ini dapat menurunkan angka kematian.

Perawatan Pasca Bedah

Pasang nasogastric tube sampai ada peristaltik usus atau sampai penderita buang air besar.

Pemberian antibiotik dan koloid tidak diperlukan pada invaginasi tanpa komplikasi, kecuali pada kasus-kasus yang dilakukan reseksi usus.

Pada reseksi usus invaginasi gangrenosa dapat dipertimbangkan pemberian koloid 5 mg/kg atau larutan albumin 25% setiap hari.

Follow-up

Pasca pembedahan harus dilakukan pemeriksaan klinis dan penunjang untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya invaginasi berulang