Tag

, , ,

Introduksi

a. Defenisi

Suatu tindakan pembedahan dengan cara melakukan koreksi terhadap defek pada diafragma yang menimbulkan herniasi diafragmatika. Isi hernia di reduksi ke posisi normalnya dilanjutkan dengan repair defek pada diafragma.

b. Ruang lingkup

Hernia diafragmatika adalah suatu kelainan yang ditandai dengan adanya defek pada diafragma yang menyebabkan timbulnya herniasi isi abdomen ke dalam cavum toraks.

Pembagian Hernia diafragmatika :

– Hernia Kongenital (a.l. Hernia Foramen Bochadalek, Hernia Morgagni – lihat Bedah Anak)

– Hernia Akuisita : Hernia Hiatal ( Hernia Sliding, Hernia Paraesofageal)

Hernia Diafragmatik Traumatika

c. Indikasi Operasi

Esophagitis – refluks gastroesofageal

Abnormal PH monitoring pada periksaan monometrik

Kelainan pada foto upper GI

Adanya hernia paraesofageal dengan gejala mekanis

Esophageal stricture

Tindakan operatif pada Barrett’s esophagus

Kegagalan terapi medikal yang adekuat

Ruptur diafragma pada hernia traumatika

Insuffisiensi kardiorespirator progress

d. Kontra indikasi operasi (tidak ada)

e. Diagnosis Banding

Sliding hernia

Paraesofageal hernia

Penyebab lain refluks gastroesofageal

Hernia diafragma traumatika

f. Pemeriksaan Penunjang

Radiographic diagnostic : Foto Thoraks

USG

CT scan

Tehnik Operasi

  • Nissen fundoplication (posterior)

Lakukan insisi abdominal (midline) atau insisi thorakal

Gastroesophageal junction dikembalikan ke posisi intraabdominal.

Lakukan putaran 360º dari cardiac gaster yang mengelilingi esofagus intra abdominal.

Hiatus di tutup

  • Hemi Nissen (posterior) putaran 180° = TOUPET
  • Dor (anterior)
  • Belsey Mark IV

dilakukan thorakotomi kiri pada ICS 5 atau 6 untuk disseksi bebas dari esofagus distal.

Bagian anterior dan lateral gaster diikatkan ke esofagus distal dengan 2 jalur jahitan yang akhirnya direkatkan ke diafragma.

Crus diafragma di re-aproksimasi di posterior.

Komplikasi Operasi

Dysphagia dapat terjadi sementara atau permanen.

Refluks rekuren dapat terjadi

Komplikasi pulmonal

Mortalitas

Sesuai kasus yang mendasari dan kondisi pasien

Perawatan Pasca Bedah

  • Bila selama operasi tidak terjadi perforasi esofagus atau lambang, segera sesudah saluran
  • pencernaan berfungsi baik, dapat diberikan diet cair yang secara bertahap dirubah menjadi diet padat
  • Jika selama operasi terjadi perforasi esofagus atau labung, nosogastrik tube dipertahankan 5-7

Follow-up

  • Upper GI foto untuk menilai hasil operasi
  • Ulangan Upper GI endoskopi untuk evaluasi keadaan GI tract