Tag

, , , , , ,

Introduksi :

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan dengan reduksi manual guna mereduksi usus yang mengalami invaginasi.

b. Ruang lingkup

Keadaan bayi atau anak anak sehat, gizi cukup, tersering usia 5-9 bulan , 50% usia dibawah 1 tahun. Trias invaginasi : 1. sakit kolik hilang timbul, 2. teraba massa biasanya di abdomen kuadran kanan atas, 3. colok dubur didapatkan lendir darah. Intusussepsi atau Invaginasi sering terjadi pada bayi dan anak, dimana satu segmen usus mengalami konstriksi oleh gelombang peristaltik dan tiba tiba masuk ke dalam segmen distalnya. Radiologis barium enema sering tampak cuppingdan coilspring, sedangkan pada USG tampak dougnut sign.

Dalam kaitan penegakan diagnosis dan pengobatan, diperlukan beberapa disiplin ilmu yang terkait anatara lain: Bedah Anak, radiologi dan ahli kesehatan anak

c. Indikasi operasi

Gejala Klinis : obstruksi usus.

radiologi : gagal dengan reduksi barium

d. Kontra indikasi operasi:

Kondisi umum Jelek

Tampak pada operasi: perforasi usus, usus tak viable.

e. Diagnosis Banding (tidak ada)

f. Pemeriksaan Penunjang

Barium inloop

Tehnik Operasi

Secara singkat tehnik operasi dengan pendekatan laparotomi pada bawah umbilikus. Dilakukan explorasi keadaan sampai tampak intussuseptum dan intussusipien, jika tidak ada perforasi dilakukan milking sampai usus bebas dari invaginasi, cek viabilitas usus dan pasase usus sampai distal. Lakukan appendektomi. Jika ada pembesaran limfonodi dilakukan biopsi dan dilakukan pemeriksaan PA. Tutup luka operasi.

Komplikasi operasi

Saat operasi

Perdarahan

Perdarahan saat operasi, umumnya bila menciderai pembuluh darah segera lakukan kontrol perdarahan dengan meligasi pembuluh darah

Komplikasi pasca operasi

· Kembung

· Gangguan keseimbangan elektrolit

· Sepsis

Mortalitas

Kurang dari 2%

Perawatan Pascabedah

Dilakukan pengawaan ketat keadaan umum dan vital sign.

Follow-up

Dengan menilai adakah tanda-tanda kesulitan bernafas, infeksi pernafasan berulang dan apakah

terjadi invaginasi berulang