Tag

, , , ,

Introduksi

a. Definisi

Suatu prodesur pemasangan minimal invasive untuk pengukuran tekanan darah sistemik secara rutin dan analisa gas darah, terutama untuk keperluan hemodialisis.

b. Ruang lingkup

Lokasi: Arteri radialis, arteri brachialis

Tempat lain, femoral terutama bila denyut nade arteri perifer tidak dapat dipalpasi (pasien syok) setelah itu pindahkan ke arteri radialis atau dossalis pedis secepatnya.

Jarang pada arteri brakialis, ulnaris dan axillaries (hindari sebisa mungkin dan pindahkan secepatnya)

c. Indikasi operasi

– Pengukuran tekanan darah sistemik di ICU

– Analis gas darah

d. Kontra indikasi

– Sepsis lokal (semua route)

– Diathesa hemorrhagik atau pengobatan antikoagulan (vena subclavia & vena jugularis

interna)

– Penyakit paru berat (vena subclavia)

– Aneurysma arteria carotis (vena jugularis interna)

e. Diagnosis Banding (tidak ada)

f. Pemeriksaan penunjang (tidak ada)

Tehnik Operasi :

a. Persiapan

lakukan allen test untuk mengecek sirkulasi kolateral

heparin (3-5 ml heparinized saline (50 unit)

IV kateter, needle 18/20 dengan kanulasi plastic atau 14/16 untuk hemodialisis

Posisi pergelangan dan tangan (dorsofleksi)

Lokal anestesi lidikain 2%

b. Insersi

Identifikasi arteri radialis

Jarum 45 derajat menuju arah lengan

Masukkan hingga darah keluar

Masukkan guide wire ke dalam arteri

Pindahkan jarum

Flushing kanula plastik dengan tehnik seldinger

Berikan heparin saline 2cc

Sambungkan pada stopcock

Kemudian dihubungkan dengan tranduser dan infus set

Komplikasi Operasi

1. Trombosis arteri

2. Emboli cerebral

3. Flebitis

4. Fistula/ aneurisma

5. Iskemia digital

6. Perdarahan


Mortalitas

(tidak ada)

Perawatan Pasca Bedah

Penderita pasca pemasangan kanulasi perifer, dirawat diruangan Intensive Care Unit, dilakukan observasi dan monitoring ketat selain untuk kepentingan pemantauan pembuluh darah sistemik, mengevaluasi analisa gas darah. Dengan pemantauan komplikasi yang timbul


Follow – Up

Penderita pasca pemasangan kanulasi perifer, dilakukan monitoring ketat di Intensive Care Unit, diobservasi tanda-tanda vital, seperti tekanan darah sistemik, analisis gas darah bila diperlukan. Diamati juga perbaikan kondisi pasien dengan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi dan memantau komplikasi yang akan timbul. Arterial line harus dipindahkan secepat mungkin, untuk menghindari infeksi.