Tag

, ,

. Introduksi

a. Definisi

Pankreatitis adalah radang pancreas yang kebanyakan bukan disebabkan oleh infeksi bacteria atau virus akan tetapi akibat autidigesti oleh enzim pankreas yang keluar dari saluran pankreas.

b. Ruang lingkup

Kelainan ini sering disertai dgn batu empedu, penggunaan alcohol berlebihan, trauma oprasi, obat-obatan, virus, dan cedera dari luar.

Rasa nyeri timbul tiba-tiba atau perlahan di daerah epigastrium pada pemeriksaan fisik, perut tegang dan sakit terutama bila ditekan, disertai demam, takikardia, dan leukositosis, Shok bisa terjadi, cairan dan darah hilang di daerah retroperitonium atau intraperitonium atau muntah.

c. Indikasi operasi

– Perionitis umum

– abses pankreas

d. Kontra indikasi

Keadaan umum tidak memungkinkan dilakukan operasi

e. Diagnosis Banding

– Abses intraabdominal dengan penyebab lain

– Ruptur aneurisma aorta abdominal

f. Pemeriksaan penunjang

– Amilase

– Bersihan kreatinin

– Foto polos abdomen.

– USG

– CT Scan

Tehnik Operasi

DRAINASE PANKREATITIS

Penanganan pankreatitis dapat dilakukan secara konservatif, yang sangat penting adalah pemberian cairan elekrolit yang memadai yang dipantau melalui diuresis, hematokrit, volume darah, dan tekanan vena sentral. Pasien dipuasakan untuk mengistirahatkan pancreas, pemasangan pipa nasogastrik untuk dekompresi.

Pembedahan diperlukan bila ditemukan peritonitis umum atau abses pancreas.

1. Insisi linea mediana

2. Setelah tampak cavum peritoneal, ligamantun gastrakolika dan duadenakolik dipotong dekat dengan

curvatura mayor gaster, sehingga seluruh pankreas tampak jelas.

3. Dilakukan debridement

Pankreas yang tampak nekrosis dilakukan debridement secara tumpul untuk menghindari terjadinya perdarahan dan terangkapnya jaringan pankreas yang masih baik

Setelah seluruh jaringan nekrotik dibersihkan, dilakukan irigasi cavum retraperitaneal dan intra peritaneal dengan larektal nael hingga bersih

4. Dipasang beberapa drain diretroperitaneal

Komplikasi Operasi

Komplikasi yang paling sering muncul adalah syok dan kegagalan fungsi ginjal. Kegagalan fungsi paruakibat pankreatitis dapat menimbulkan prognosa yang buruk, akibat toksin yang merusak jaringan paru. Komplikasi perdarahan dapat terjadi terutama pada pankeatitis nekrotikans.

Mortalitas

Kegawatan Pankreatitis akut dapat diramalkan berdasarkan criteria ranson. Mortalitas pankreatitis akut

sangat tergantung pada derajat keparahan pada pankreatik akut berkisar 10%, sedang pada pankreastitis ne kronik sekitar 50%.

Perawatan Pasca Operasi

Perhatian utama pasca bedah pankreatitis difokuskan pada. Monitoring vital sign dan urine output dalam 24 jam pertama. maintenance cairan dan elektrolit, pemberian analgesia, pemberian antibiotik adekuad. Monitoring drainase. Tranfusi bila diperlukan dan koreksi albumin globulin dan elektrolit.Bila bising usus sudah baik dapat mulai diberikan enteral nutrisi secara bertahap, dan juga dimonitor adanya komplikasi.

Follow-Up

– Penegakan diagnosis penyebab pancreatitis, beserta penanganan definitive

– Waspada terjadinya komplikasi lambat diabetes mellitus pankreatitis kronis.