Tag

,

. Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan untuk memotong dan memisahkan vas deferens

b. Ruang lingkup

Penderita yang ingin disterilisasi

c. Indikasi operasi

Penderita yang ingin disterilisasi

d. Kontra indikasi operasi

Umum

e. Diagnosis Banding (tidak ada)

f. Pemeriksaan Penunjang (tidak ada)

Tehnik Operasi

Secara singkat tehnik dari vasektomi dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Dengan pembiusan lokal.
  • Posisi pasien terlentang (supinasi).
  • Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik.
  • Lapangan pembedahan dipersempit dengan linen steril.
  • Seluruh skrotum harus diperiksa diawal prosedur untuk menyingkirkan adanya abnormalitas lain seperti tumor testis, vasal agenesis, atau hernia.
  • Vas deferens disisihkan dan difiksasi dengan ibu jari dan jari telunjuk. Infiltrasi anestesi lokal pada kulit diatas vas deferens yang dijepit.
  • Insisi vertikal pada kulit diatas vas deferens.

  • Vas deferens dijepit dengan klem Allis dan selaput perivasal disisihkan secara tajam untuk menampakkan vas deferens.

  • Vas deferens diligasi di 2 tempat dan dipotong diantaranya sepanjang 1,5-2 cm. Dilakukan interposisi fasia diantara ujung proksimal dan distal untuk mencegah rekanalisasi.

  • Kulit skrotum ditutup dengan jahitan jelujur atau interrupted menggunakan bengan chromic catgut 4.0.

Komplikasi operasi

Komplikasi pasca bedah ialah infeksi, hematoma, epididimitis dan granuloma sperma.

Mortalitas (tidak ada data)

Perawatan Pasca bedah

Rawat luka hari ke 3.

Follow-up

Pasien dianjurkan untuk tetap menggunakan alat kontrasepsi sampai dua kali hasil analisa sperma menunjukkan azoospermia.